161 Ekor Kambing DAM Jamaah Haji KBIH An Nur Disembelih, Ratusan Paket Daging Dibagikan ke Warga

banner 468x60


Prabumulih | informasinews.id – KBIH An Nur Prabumulih dan Ogan Ilir melaksanakan pemotongan hewan DAM jamaah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Desa Muara Sungai, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 161 ekor kambing disembelih sebagai pelaksanaan kewajiban DAM jamaah haji, dengan dagingnya dibagikan kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana sekaligus Pimpinan KBIH An Nur, H. M. Abdul Wahid, mengatakan jumlah kambing yang dipotong disesuaikan dengan jumlah jamaah yang wajib membayar DAM, yakni satu ekor kambing untuk setiap jamaah.

“Alhamdulillah, tahun ini pemotongan DAM jamaah haji KBIH An Nur kita laksanakan di Desa Muara Sungai. Total ada 161 ekor kambing, sesuai jumlah jamaah yang wajib DAM, masing-masing satu ekor,” ujarnya.

Menurut Wahid, pemusatan kegiatan di Desa Muara Sungai bertujuan agar manfaat penyembelihan hewan DAM dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Dari total hasil pemotongan, sebanyak 400 paket daging dibagikan kepada warga Desa Muara Sungai, sedangkan sisanya disalurkan ke sejumlah wilayah lain melalui jaringan KBIH.

“Kita ingin keberkahan ibadah haji ini juga dirasakan masyarakat luas. Selain di desa ini, daging juga disalurkan ke wilayah lain melalui KBIH yang ada,” katanya.

Ia menegaskan, pelaksanaan DAM di daerah tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan kewajiban ibadah jamaah haji, tetapi juga memiliki nilai sosial melalui penyaluran daging kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pelaksanaan DAM ini tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban jamaah, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin tertata ke depan,” tegasnya.

Wahid menjelaskan, pembayaran DAM dilakukan oleh jamaah di daerah masing-masing sebelum kemudian dihimpun dan direalisasikan melalui kegiatan pemotongan hewan secara terpusat.

Sementara itu, Ketua Umum PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Prabumulih, Bayu Sugondo, yang hadir melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU (LAZISNU), mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penyembelihan hewan DAM tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat baik karena selain menjalankan kewajiban ibadah, juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ini bentuk nyata kepedulian sosial dari jamaah haji,” ungkap Bayu.

Ia menambahkan, LAZISNU turut membantu proses pendistribusian daging agar penyalurannya berlangsung tertib, tepat sasaran, dan merata.

“Kami dari LAZISNU siap bersinergi untuk memastikan penyaluran daging DAM ini benar-benar sampai kepada yang berhak,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK, Staf Ahli, Asisten III, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial pasca pelaksanaan ibadah haji.

Pelaksanaan penyembelihan hewan DAM di daerah juga menjadi bagian dari praktik yang berkembang di tengah adanya perbedaan pandangan ulama mengenai lokasi penyembelihan DAM. Sebagian ulama membolehkan penyembelihan dilakukan di tanah air dengan mempertimbangkan aspek kemaslahatan dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sementara sebagian lainnya tetap berpendapat pelaksanaan DAM dilakukan di Tanah Suci sesuai ketentuan fikih yang mereka pegang.

banner 336x280
BACA JUGA :  Polres Prabumulih Gelar Panen Jagung Pipil Serentak Secara Virtual untuk Dukung Ketahanan Pangan