Kasus Keracunan Massal, Salah Satu Dapur MBG di OKU Dinonaktifkan Sementara

banner 468x60

Kasus Keracunan Massal, Salah Satu Dapur MBG di OKU Dinonaktifkan Sementara

Baturaja | informasinews. Id — Badan Gizi Nasional resmi menonaktifkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Langkah ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang dialami sejumlah siswa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

“Ya, benar ada satu dapur MBG di OKU yang dinonaktifkan sementara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Afua Amuri, pada Kamis (2/10).

Menurut Afua, penonaktifan ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dalam program MBG. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat, terutama anak-anak penerima manfaat, menjadi prioritas utama.

Saat ini, sampel makanan dari dapur MBG yang dinonaktifkan tersebut tengah diperiksa oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang. Adapun sampel yang diuji meliputi ayam goreng, sayur, nasi, serta muntahan siswa yang diduga mengalami gejala keracunan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kandungan dalam makanan tersebut,” jelas Afua.

12 Siswa Keracunan, Dua Harus Diinfus

Insiden keracunan pertama kali terjadi pada Selasa (23/9), saat 12 siswa SMP Negeri 9 OKU mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap makanan dari program MBG. Dua siswa di antaranya harus menjalani perawatan intensif dan mendapatkan infus akibat kondisi yang memburuk.

Kepala SMPN 9 OKU, Yanti Yusipa, didampingi Pengawas MBG Sekolah, Rianti, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sempat menerima peringatan dari pengelola makanan MBG, yakni PT Tidar Catering, melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 10.00 WIB.

“Pesan tersebut meminta agar makanan MBG dibatalkan pembagiannya karena dikhawatirkan ayam goreng yang disajikan dalam menu sudah basi akibat gangguan listrik di dapur umum mereka,” kata Rianti.

Namun, menurut Rianti, peringatan itu datang terlambat. Makanan keburu dibagikan kepada siswa, dan beberapa jam setelahnya sejumlah siswa mulai mengeluh mual, hingga dua di antaranya mengalami muntah berulang.

Makanan Berbau Busuk di SD Negeri 18 OKU

Di hari yang sama, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di SD Negeri 18 OKU. Salah seorang wali murid, Yanti, mengaku anaknya mendapati ayam goreng dalam paket makanan MBG mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
“Untungnya guru-guru di sekolah sigap dan langsung menarik kembali makanan yang sudah dibagikan sebelum sempat dikonsumsi,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah dan pihak terkait agar bertindak tegas terhadap pengelola katering MBG, serta meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Ini menyangkut nyawa anak-anak,” tegasnya.

Evaluasi Program MBG Jadi Sorotan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak usia sekolah, namun insiden keracunan ini menjadi sorotan serius terhadap implementasi dan pengawasan program tersebut, khususnya dalam hal higienitas dan keamanan pangan.

Pihak Dinas Kesehatan OKU bersama Badan Gizi Nasional dan BPOM menyatakan akan terus melakukan investigasi hingga hasil laboratorium keluar dan tindakan lebih lanjut bisa ditentukan.(red)

banner 336x280
BACA JUGA :  Warga Temukan Kerangka Manusia di Kebun Pisang OKU Selatan, Polisi Lakukan Penyelidikan