Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Olah Soroti Perencanaan Stagnan Pemkab pada Menghadiri Musrenbang RKPD 2027

banner 468x60

Musi Rawas | informasinews.id – Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, melontarkan kritik tajam terhadap pola perencanaan pembangunan daerah yang dinilai stagnan dan minim terobosan. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musrenbang RKPD Tahun 2027 Kabupaten Musi Rawas, yang digelar di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Selasa (31/3/2026).


Dalam pidatonya, Firdaus menegaskan bahwa kebiasaan melakukan hal yang sama secara berulang tanpa inovasi hanya akan menghasilkan output yang sama dan tidak maksimal.

banner 336x280


“Melakukan sesuatu yang sama secara berulang-ulang mengharapkan hasil yang lebih baik dan maksimal adalah bentuk kegilaan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk sindiran terhadap pelaksanaan Musrenbang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang setiap tahun rutin digelar, namun dinilai belum menghadirkan perubahan signifikan dalam perencanaan pembangunan.


Menurut Firdaus, pola usulan program yang cenderung monoton dari tahun ke tahun menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya hasil pembangunan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia pun mendorong jajaran eksekutif, khususnya Bappeda, untuk mengubah paradigma berpikir dalam menyusun perencanaan pembangunan agar lebih inovatif, adaptif, dan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkab OKU Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa


“Kita harus membuka paradigma berpikir baru, agar perencanaan ke depan benar-benar mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Musi Rawas,” ujarnya.


Firdaus juga menyinggung adanya fenomena yang ia sebut sebagai “anomali” di Kabupaten Musi Rawas. Menurutnya, rendahnya angka pengangguran seharusnya menjadi indikator positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.


“Jika saya menafsirkan, ada anomali yang terjadi di Musi Rawas ini yang perlu diungkap misterinya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa rendahnya angka pengangguran tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Bahkan, angka kemiskinan di daerah tersebut masih tergolong tinggi. Firdaus menilai kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola hidup masyarakat yang kurang produktif.


“Masih ada kebiasaan pesta malam, narkoba, dan judi online. Ini yang harus kita pahami bersama dan harus dipangkas,” tegasnya.


Selain faktor sosial, Firdaus juga menyoroti belum optimalnya pengelolaan potensi sumber daya alam di Musi Rawas. Ia menilai, daerah tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu potensi besar yang disorotinya adalah keberadaan Sungai Musi yang membentang luas di wilayah tersebut.
Menurutnya, sungai dan anak-anak sungai di Musi Rawas seharusnya bisa menjadi sumber ekonomi jika dikelola dan dilestarikan dengan baik.

BACA JUGA :  Rutan Prabumulih Gandeng LSM APM untuk Program Sosial dan Pemberdayaan Mantan Narapidana


“Untuk membuat aliran air bagi pertanian saja membutuhkan dana miliaran rupiah. Kenapa kita tidak memanfaatkan dan melestarikan anugerah alam yang sudah ada ini?” ujarnya.


Ia juga menyayangkan kondisi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, namun tidak lagi memanfaatkan potensi sungai sebagai sumber penghidupan. Firdaus bahkan mengutip pepatah lama sebagai bentuk kritik sosial.


“Kalau rumah di pinggir sungai tapi masih berharap ikan dari daerah lain, itu artinya hidup tidak selamat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus kembali menegaskan pentingnya inovasi dalam perencanaan pembangunan dengan mengutip pernyataan Albert Einstein.


“Jika dari tahun ke tahun yang diusulkan itu-itu saja tanpa perubahan dan terobosan baru, lalu berharap hasil maksimal, maka itu seperti yang dikatakan Albert Einstein, adalah bentuk kegilaan,” ujarnya.


Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mulai menggali potensi daerah secara serius dan menciptakan terobosan baru demi kemajuan Musi Rawas. Di akhir sambutannya, Firdaus juga mengingatkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat akan berdampak langsung pada daerah.

BACA JUGA :  Ungkap Kasus Curanmor Sat Reskrim Polres Pagar Alam Amankan Tersangka Dan Barang Bukti


Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2026 terjadi pemangkasan anggaran hingga Rp400 miliar, yang berpotensi berlanjut pada tahun 2027.
“Jika tidak disikapi dengan menggali potensi sumber pendapatan yang ada, maka ini akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan Kabupaten Musi Rawas,” tandasnya.


Sementara itu, kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Musi Rawas, Supriyatno. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, perwakilan kepala desa dan Ketua BPD, unsur Forkopimda, BUMN, serta berbagai organisasi lainnya di lingkungan Kabupaten Musi Rawas.
Musrenbang ini diharapkan menjadi momentum penting untuk merumuskan arah pembangunan yang lebih inovatif, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (NAY)

banner 336x280