Ketua APM Soroti Sulitnya Akses BBM bagi Pelaku Usaha Angkutan di Prabumulih

banner 468x60

Prabumulih | informasinews.id – Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Aliansi Prabumulih Menggugat (APM), Adi Susanto, menyuarakan keberatan terhadap kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai dapat menyulitkan masyarakat, khususnya para pelaku usaha angkutan material seperti pasir dan batu.

Menurut Adi Susanto, kendaraan angkutan yang setiap hari beroperasi mengangkut pasir dan batu merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat. Karena itu, akses untuk mendapatkan BBM sangat penting guna menunjang aktivitas ekonomi mereka.

banner 336x280

“Kalau tidak bisa membeli BBM di sana, lantas harus membeli ke mana lagi? Jangan mempersulit masyarakat untuk membeli BBM. Kita harus memahami bahwa angkutan yang membawa pasir dan batu itu merupakan kendaraan masyarakat untuk mencari ekonomi dan penghidupan,” tegas Adi Susanto.

Ia menilai, pembatasan pembelian BBM di salah satu SPBU kawasan Jalan Lingkar perlu menjadi perhatian pihak terkait. Jangan sampai kebijakan yang diterapkan justru berdampak pada masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas angkutan.

BACA JUGA :  Gubernur Sumsel Resmi Tutup FDR 2025 dan Buka Rangkaian SRGF: Danau Ranau Makin Menggeliat di Panggung Wisata Nasional

“Intinya, jangan sampai ada pembatasan yang justru memberatkan masyarakat. Kami berharap pihak SPBU dapat memberikan pelayanan secara bijak dan tidak mempersulit masyarakat dalam memperoleh BBM sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Adi juga menyayangkan apabila masyarakat di daerah yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) justru mengalami kesulitan dalam memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari maupun menunjang pekerjaan.

Ia berharap pihak pengelola SPBU dan instansi terkait dapat mengevaluasi kebijakan pelayanan tersebut, sehingga kebutuhan BBM masyarakat tetap terakomodasi tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

“Prinsipnya, jangan sampai masyarakat yang sedang berusaha mencari nafkah justru dipersulit. Kami berharap ada solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya.(Edi).

banner 336x280