
Foto : pembangunan Siring
Prabumulih | informasinews.id – Proyek pembangunan talud di RT 02 RW 03, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Selatan, yang telah lama dinantikan warga, kini justru memicu kemarahan. Warga mengeluhkan kualitas talud yang dibangun tidak hanya jauh dari harapan, tetapi juga memperburuk masalah banjir yang selama ini menjadi keluhan utama mereka.
Talud yang dibangun diklaim tidak sesuai dengan spesifikasi awal. Ketinggiannya terlalu rendah, serta pengerukan yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu tidak dilaksanakan. Tak hanya itu, panjang talud juga tidak sesuai dengan pengajuan yang diajukan pemerintah setempat, menambah kekecewaan warga yang berharap masalah banjir bisa teratasi.
Ketua Dewan Kesejahteraan Rakyat (DKC) Garda Prabowo, Sulaiman, turun langsung ke lokasi untuk mengecek proyek tersebut setelah menerima laporan dan membaca pemberitaan mengenai kondisi talud. Hasil tinjauan Sulaiman semakin memperjelas dugaan adanya ketidaksiapan dalam pengerjaan proyek ini. “Ini bukan pembangunan, ini pemborosan. Bagaimana bisa talud dibangun tanpa perhitungan matang, sementara warga sudah bertahun-tahun berharap solusi,” ujar Sulaiman dengan tegas.
Lebih mengejutkan lagi, pihak kelurahan sendiri mengaku tidak mengetahui detail pengerjaan proyek tersebut. Yusmarita, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kelurahan Wonosari, menyatakan bahwa tidak ada koordinasi antara pelaksana proyek dengan pihak kelurahan, RT, maupun RW. Bahkan, papan informasi proyek yang seharusnya dipasang untuk memberikan informasi kepada masyarakat, tidak ada. “Bagaimana masyarakat bisa tahu sumber anggaran, masa pengerjaan, dan kualitas proyek ini?” ujarnya dengan geram.
Proyek yang semula diharapkan dapat mengatasi masalah banjir justru menambah kekecewaan warga. Saat hujan deras, air masih meluap, dan kondisi drainase tidak mengalami perubahan signifikan. Sulaiman menegaskan bahwa proyek ini tidak memenuhi standar teknis, karena tidak dilakukan pengerukan dasar selokan, yang mengakibatkan debit air tetap tidak tertampung dengan baik.
DKC Garda Prabowo tidak akan tinggal diam terhadap proyek yang dianggap hanya menghamburkan uang rakyat ini. Sulaiman menegaskan, “Kami akan menelusuri siapa yang bertanggung jawab, dan mereka harus menjelaskan kenapa proyek ini berantakan.”
Ia juga mendesak pemerintah kota dan instansi terkait untuk segera turun tangan dan mengevaluasi proyek ini. Jika terbukti ada kelalaian atau bahkan penyelewengan anggaran, langkah hukum harus segera diambil. “Jangan sampai warga terus menjadi korban proyek yang tidak berkualitas seperti ini,” tambahnya.
Warga Wonosari kini berharap agar DKC Garda Prabowo menindaklanjuti masalah ini dengan serius. Mereka mendesak agar proyek tersebut diaudit secara terbuka untuk mengetahui siapa yang sebenarnya diuntungkan di balik pembangunan talud yang dinilai tidak bermanfaat bagi mereka.
Sulaiman pun menegaskan bahwa jika tidak ada kejelasan terkait proyek ini, mereka tidak akan ragu untuk membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. “Jangan biarkan proyek gagal ini tanpa pertanggungjawaban,” tutupnya. (Edi)













