Perumahan RITTA di Prabumulih Tak Layak Huni, Warga Terpaksa Gunakan Listrik Darurat dan Air Bersih Menjadi Mimpi

banner 468x60

Foto : perumahan

Prabumulih | informasinews.id – Program perumahan RITTA yang berlokasi di Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, yang awalnya digadang-gadang sebagai solusi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kini berubah menjadi sebuah proyek setengah matang yang menyengsarakan warganya. Alih-alih memberikan hunian yang layak, para penghuni justru harus bertahan hidup tanpa fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih, seolah-olah kembali ke kondisi yang jauh dari standar kehidupan modern.

banner 336x280

Dari 100 unit rumah yang dibangun sejak tahun 2023, mayoritas masih belum bisa dihuni dengan layak. Para penghuni yang sudah terpaksa tinggal di sana bahkan harus menyambung listrik secara darurat dengan kabel sepanjang 400 meter yang berserakan di tanah, sebuah kondisi yang sangat berisiko tersengat listrik dan membahayakan keselamatan warga.

Salah satu penghuni, Rasmana, mengungkapkan keluhannya. “Saya nggak sanggup lagi bayar kontrakan, jadi terpaksa tinggal di sini. Listrik nggak ada, air bersih juga susah. Kami harus urunan beli kabel dan menyambung listrik dari tempat lain,” ujar pria tersebut dengan nada penuh keputusasaan.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan PHR Zona 4 Perkuat Sinergi Stakeholder Dukung Ketahanan Energi Nasional

Lebih miris lagi, instalasi air yang dijanjikan pemerintah tidak berfungsi dengan baik. Saat musim kemarau tiba, warga terpaksa membeli air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, padahal perumahan ini seharusnya memberikan solusi bagi mereka, bukan malah menambah beban hidup.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Prabumulih, Maiduty, menjelaskan bahwa perumahan ini bukan sepenuhnya dibiayai oleh APBD, sehingga segala perbaikan dan penyelesaian harus dilakukan secara bertahap. “Semua masih perlu dianggarkan lagi tahun 2025,” katanya.

Sementara itu, eks Manajer ULP PLN Prabumulih, Gema Sabarani, menyebutkan bahwa pihak PLN sudah melakukan tugasnya dengan memasang tiang listrik, namun meteran belum bisa dipasang karena masih menunggu pembayaran dari pihak pengelola. “Kami sudah siap untuk pasang meteran, tetapi pembayaran dari pengelola belum ada,” kata Sabarani.

BACA JUGA :  RDF Jadi Jawaban, Semen Baturaja BersamaKLH Siapkan Transformasi Sampah Jadi Energi di Sumsel

Dengan kondisi seperti ini, proyek perumahan RITTA jelas patut dipertanyakan. Alih-alih memberikan harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, perumahan ini justru menjadi beban yang berat. Listrik darurat yang berisiko dan ketersediaan air bersih yang terbatas menjadi masalah yang mendesak. Pemerintah harus segera turun tangan untuk memastikan proyek ini tidak berubah menjadi tragedi yang lebih besar di masa depan.

Waktu terus berjalan, dan warga perumahan RITTA masih harus berjuang tanpa kepastian. Sampai kapan kondisi ini akan dibiarkan(Edi)

banner 336x280