Ratusan Warga Geruduk PLTU PT BNY di Baturaja, Protes Polusi Debu yang Rugikan Kesehatan

banner 468x60

Foto : Warga gelar audensi di PLTU Terusan

Baturaja | informasinews.id – Ratusan warga Desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), bersama masyarakat dari wilayah sekitarnya, menggelar aksi protes ke perusahaan PLTU Mulut Tambang 2×10 MW milik PT Bakti Nugraha Yuda Energy (BNY), Selasa (22/4). Aksi ini dipicu oleh keluhan warga atas polusi debu yang mereka rasakan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

banner 336x280

Warga menilai aktivitas PLTU telah menyebabkan pencemaran udara yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah ring 1, tepatnya di sekitar Desa Terusan. Menurut mereka, debu dari pabrik diduga mengalami kebocoran, menyebar luas hingga mengotori atap rumah dan mencemari udara.

“Selama ini kami terus mengeluh, tapi tidak ada tindakan nyata. Saya pribadi merasakan polusi ini sudah melebihi ambang batas yang wajar,” ujar Iwan, salah satu perwakilan warga, didampingi M. Pani.

BACA JUGA :  Pemkot Prabumulih Siapkan Wifi Gratis di Taman Prabujaya, Dukung Ruang Publik Digital

Iwan menuturkan, permasalahan debu sudah dirasakan sejak tahun 2021, namun mencapai puncaknya pada tahun 2025 ini. Ia juga menyebut banyak anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk dan sesak napas, bahkan sebagian harus dirawat di rumah sakit. Selain itu, kondisi rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat paparan debu yang terus-menerus.

“Kami sudah sering menyampaikan keluhan ini ke pihak perusahaan, baik ke bagian humas maupun ke pimpinan, tapi tidak ada solusi. Karena itu, kami terpaksa datang langsung untuk menuntut tanggung jawab,” tegasnya.

Menanggapi aksi warga, pihak PLTU PT BNY melalui Manajer Operasional, Basuki, membenarkan adanya kebocoran debu akibat proses pemeliharaan (maintenance) yang tengah berlangsung di fasilitas mereka.

“Kami akui saat ini sedang ada perbaikan. Karena itu terjadi keluhan dari masyarakat. Kami targetkan dua hingga tiga bulan ke depan kondisi ini akan diperbaiki,” ujar Basuki.

BACA JUGA :  Makam Keramat Puyang Ratu Pase Terbakar, Polisi dan BPBD Bergerak Cepat Lakukan Penanganan dan Penyelidikan

Ia juga memastikan bahwa mulai Mei 2025, perusahaan akan mulai merealisasikan sejumlah bantuan kepada warga, termasuk bantuan kesehatan, sembako, dan ganti rugi.

“Kami memang sudah memprediksi kebocoran ini akan terjadi, tapi ternyata lebih cepat dari yang kami perkirakan, sehingga belum ada persiapan matang,” lanjut Basuki.

Meski mengakui adanya kebocoran debu, pihak perusahaan menampik bahwa polusi tersebut membahayakan kesehatan masyarakat.

“Secara baku mutu, debu yang dihasilkan masih aman. Namun kami memahami dampaknya cukup mengganggu dan akan segera kami tanggulangi,” pungkas Basuki.

Aksi warga ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan untuk lebih serius dalam menangani dampak lingkungan dari kegiatan operasionalnya. Warga berharap komitmen yang disampaikan bukan sekadar janji, tetapi segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.  (Hrs)

banner 336x280