
Rekrutmen PDC dan PDSI di Prabumulih Disorot, APM Soroti Transparansi
Prabumulih | informasinews.id – Proses penerimaan tenaga kerja yang dilakukan oleh PDC dan PDSI di Kota Prabumulih kembali menjadi perhatian publik. Meskipun dalam pelaksanaannya kedua perusahaan tersebut telah melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Prabumulih, namun sejumlah pihak menilai masih terdapat persoalan mendasar terkait keterbukaan proses seleksi.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Pemuda Masyarakat (APM) mengungkapkan adanya indikasi bahwa rekrutmen tenaga kerja belum sepenuhnya berjalan secara transparan dan akuntabel. Hal ini mencuat setelah APM menerima informasi terkait dugaan campur tangan pihak manajemen dalam penentuan hasil akhir seleksi.
Ketua DPD LSM APM, Abi Rahmat Rizki, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi merugikan para pencari kerja, khususnya masyarakat lokal yang mengharapkan kesempatan yang adil.
“Memang ada keterlibatan Disnaker, namun kami melihat masih terdapat celah yang memungkinkan terjadinya ketidaktransparanan. Kami juga memperoleh informasi adanya intervensi dari pihak manajemen dalam menentukan kelulusan peserta,” ujarnya.
Abi menambahkan, jika kondisi ini terus berlanjut, maka dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan objektivitas.
Sebagai bentuk respons, APM berencana menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat dengan mendatangi kantor PDC dan PDSI. Aksi tersebut bertujuan mendesak perbaikan sistem rekrutmen agar lebih terbuka dan berkeadilan.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Proses rekrutmen harus transparan, terbuka, dan bebas dari kepentingan tertentu. Jika tidak ada perubahan, kami akan melakukan aksi,” tegasnya.
Selain itu, APM juga meminta pihak terkait, termasuk Disnaker Prabumulih, untuk meningkatkan pengawasan terhadap proses penerimaan tenaga kerja, guna mencegah praktik yang berpotensi merugikan masyarakat lokal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDC dan PDSI belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.(Edi)










