Tirta Raja Dorong Penyesuaian Tarif Demi Jaga Kualitas Layanan Air Bersih

banner 468x60

Tirta Raja Dorong Penyesuaian Tarif Demi Jaga Kualitas Layanan Air Bersih

Baturaja | informasinews. Id – Direktur Perumda Air Minum Tirta Raja, H. Bertho Dharmo Poedjo Asmanto, MBA, menyampaikan peringatan serius terkait keberlangsungan layanan air bersih di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Menurutnya, penyesuaian tarif menjadi langkah krusial demi menjaga kemandirian finansial perusahaan dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.


“Tanpa penyesuaian tarif, perusahaan berisiko mengalami akumulasi kerugian yang akan mempersempit ruang gerak dalam memberikan layanan publik yang optimal,” ujar Bertho dalam keterangan resminya, Senin (8/9).

banner 336x280


Ia menegaskan, kondisi finansial yang tidak sehat dapat menghambat berbagai program vital, seperti penambahan pompa produksi untuk memperluas distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (WTP) Bakung dan Tanjung Baru juga terancam tertunda, padahal pertumbuhan pelanggan di kedua wilayah tersebut cukup pesat.

BACA JUGA :  Kondisi Pasar Atas Baturaja Memprihatinkan, DPRD OKU Desak Perubahan


Ancaman Krisis Layanan
Bertho mengungkapkan, durasi pengaliran air yang seharusnya terus meningkat justru berpotensi stagnan. Hal ini berdampak langsung pada tingkat kepuasan pelanggan yang membutuhkan suplai air bersih secara konsisten.


Tak hanya itu, perbaikan jaringan pipa yang mengalami kebocoran pun bisa terhambat. “Kebocoran jaringan adalah salah satu penyebab utama kehilangan air dan kerugian perusahaan. Jika tidak ditangani segera, akan mengganggu layanan secara menyeluruh,” jelasnya.


Ia juga menyoroti risiko kerusakan pada ponton intake, sumber utama air baku, yang sulit diperbaiki jika dana terbatas. Gangguan ini bisa berujung pada terhentinya pasokan air dalam skala luas.


Revitalisasi jaringan lama pun terancam mandek. Padahal, pembaruan jaringan pipa diperlukan untuk menjaga kualitas layanan dan menekan tingkat kebocoran.


“Dampak paling ekstrem dari kondisi ini adalah berhentinya layanan air bersih. Ini bukan hanya merugikan pelanggan, tapi juga mengancam nasib para pegawai, termasuk kemungkinan terjadinya PHK massal,” tambahnya.

BACA JUGA :  PLN UPT Baturaja Perkuat Keandalan Sistem GI Simpang Tiga di Momentum Hari Kesaktian Pancasila


Lebih jauh, Bertho mengungkapkan bahwa Tirta Raja juga bisa kehilangan kemampuannya untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi ini penting untuk mendukung program pembangunan daerah.


Komitmen Melayani Pelanggan
Meski menghadapi tantangan besar, Tirta Raja tetap berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan melalui Program Pro-Pelanggan dengan konsep 3K: Kenyamanan, Keringanan, dan Kemudahan.


Beberapa layanan unggulan dalam program tersebut antara lain fasilitas ruang pelayanan yang representatif, layanan tangki air gratis saat bencana, hingga pembebasan biaya bagi rumah ibadah dan panti asuhan sesuai kebijakan pemerintah daerah.


Tirta Raja juga memberikan potongan harga untuk pemasangan baru di wilayah Lubuk Raja, layanan penggantian water meter rusak secara gratis, serta potongan khusus bagi pelanggan kurang mampu melalui mekanisme bersama pemerintah daerah.


“Kami juga menyediakan layanan pengaduan melalui aplikasi Lapor TIRRA dan memberikan kemudahan pembayaran, termasuk opsi mencicil tagihan serta pembebasan denda tunggakan pada periode tertentu,” ujar Bertho.
Mandiri Tanpa Bebani APBD

BACA JUGA :  Pastikan Ibadah Natal Berlangsung Aman dan Damai, Bupati OKU Bersama Forkopimda Tinjau Sejumlah Gereja


Bertho menegaskan, seluruh langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk tetap mandiri secara finansial tanpa membebani APBD.


“Kami ingin Tirta Raja menjadi perusahaan yang sehat, profesional, dan berdaya saing. Penyesuaian tarif adalah bentuk investasi bersama demi menjamin keberlangsungan layanan air bersih yang adil dan merata,” pungkasnya. (Red)

banner 336x280