
Prabumulih | informasinews. Id – Program UMKM Akademy 2025 kembali memberikan energi baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan kali ini berlangsung di Café D’ Kapiten, Jalan Bukit Lebar, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur.

Sebanyak 11 peserta dari Kelurahan Pangkul mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Narasumber yang dihadirkan, Ir. Moh. Ali Ridlo, SE., MM., dari Bali, membawakan materi seputar strategi pengembangan bisnis UMKM, khususnya pemanfaatan serat nanas sebagai bahan baku produk kreatif dan bernilai jual. Hal ini sejalan dengan potensi Kota Prabumulih yang dikenal sebagai salah satu penghasil nanas terbesar di Sumsel sekaligus ikon kota.
Materi tersebut turut diperkuat oleh relawan DKC Garda Prabowo Prabumulih, Lusi Restriani, yang juga pembina UMKM serat nanas dari Desa Pangkul. Dalam pemaparannya, Lusi menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, inovasi, serta strategi pemasaran agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Dari yang sebelumnya belum tahu, para pelaku UMKM kini semakin memahami cara menciptakan inovasi baru. Selama empat tahun terakhir, produk serat nanas dari Pangkul seperti tas sudah berhasil menembus pasar tingkat provinsi. Harapannya, dengan dukungan PDSI, UMKM dapat memperoleh akses permodalan agar terus berkembang,” ungkapnya.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dalam mendukung kemajuan UMKM lokal agar bisa naik kelas. Melalui UMKM Akademy 2025, pelaku usaha didorong untuk menjadi lebih mandiri, inovatif, dan kompetitif.
Indah Septiani S.Kom, selaku PR Government and Stakeholder Analyst PT Pertamina Drilling Services Indonesia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata CSR PDSI di Kota Prabumulih tahun 2025. “Tujuan kami adalah meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku UMKM, khususnya dalam pengolahan serta peningkatan kualitas produk berbasis serat nanas. Program ini akan berkelanjutan secara berkala, dan melalui seleksi ring 1 PDSI, pelaku UMKM terpilih akan diberdayakan melalui dukungan dana CSR,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DKC Garda Prabowo Prabumulih, Sulek, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM di Kota Prabumulih yang merupakan penghasil nanas terbesar di Sumsel.
Dengan adanya sinergi antara PDSI, pembina UMKM, serta komunitas lokal, diharapkan UMKM serat nanas Pangkul semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun regional.









