
Prabumulih | informasinews.id – Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan se-Kota Prabumulih periode 2026 resmi dilantik di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Kamis (11/6/2026).
Pelantikan pengurus PMI dari enam kecamatan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PMI Prabumulih, Djoko Listyano AP SKM MSi, dan disaksikan Wali Kota Prabumulih, H Arlan, Ketua Dewan Kehormatan PMI Prabumulih, Hj Linda Arlan, serta para tamu undangan lainnya.
Ketua Dewan Kehormatan PMI Prabumulih, Hj Linda Arlan, mengatakan pelantikan tersebut merupakan awal dari amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Menurutnya, menjadi pengurus PMI bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi merupakan panggilan hati untuk mengabdikan diri dalam tugas-tugas kemanusiaan dan membantu sesama yang membutuhkan.
“Pelantikan ini merupakan awal dari amanah besar untuk mengemban tugas kemanusiaan. Menjadi pengurus PMI adalah panggilan hati untuk membantu sesama. Karena itu, jalankan tugas ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ujarnya.
Linda juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai stakeholder lainnya guna memperkuat pelayanan kemanusiaan di Kota Prabumulih.
“Pengurus PMI harus mampu menjalankan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya. Gerakkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar PMI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, H Arlan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kota Prabumulih atas terbentuknya kepengurusan PMI di enam kecamatan tersebut.
Menurutnya, PMI memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Prabumulih, kami sangat mendukung terbentuknya kepengurusan PMI ini. Kehadiran PMI sangat membantu masyarakat, terutama terkait kebutuhan darah,” kata Arlan.
Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat segera bergerak dan menjalankan berbagai program kemanusiaan secara aktif, terutama kegiatan donor darah di seluruh wilayah Kota Prabumulih.
“Saya minta pengurus PMI segera melaksanakan kegiatan donor darah di berbagai tempat, baik di kecamatan, kelurahan, instansi pemerintah, perusahaan, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Tujuannya untuk mengisi dan menambah stok darah sehingga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegas Arlan.
Menurutnya, ketersediaan stok darah menjadi kebutuhan penting yang harus terus dijaga agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan transfusi darah.
Selain itu, Arlan juga mengingatkan seluruh pengurus PMI agar menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan tertib administrasi.
Ia menegaskan, pengelolaan organisasi harus dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan persoalan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Kelola PMI dengan baik. Administrasinya harus tertib dan sesuai aturan. Jangan sampai menimbulkan masalah seperti sebelumnya. Jadikan hal itu sebagai pelajaran agar PMI Prabumulih ke depan semakin baik dan semakin dipercaya masyarakat,” pesannya.
Arlan juga meminta seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan tulus, ikhlas, dan penuh rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah kemanusiaan.
“Kerjalah dengan tulus dan baik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta niat membantu sesama. Kalau semua dilakukan dengan baik dan sesuai aturan, insya Allah tidak akan ada masalah di kemudian hari,” ujar Arlan.
Ia menambahkan, pengurus PMI harus selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, menjaga kekompakan organisasi, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan. Karena itu, utamakan kepentingan masyarakat, jaga kekompakan, transparansi, dan profesionalisme dalam bekerja. Dengan begitu, PMI akan semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Arlan juga memberikan penekanan khusus terkait pengelolaan darah hasil donor yang dihimpun PMI.
Menurutnya, darah yang didonorkan masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan yang harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk membantu sesama, bukan untuk kepentingan lain.
“Darah yang terkumpul jangan pernah diperjualbelikan. Darah itu harus digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Itu merupakan tugas kemanusiaan PMI yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan PMI di enam kecamatan tersebut, diharapkan PMI Kota Prabumulih semakin kuat dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanganan bencana, hingga kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kota Prabumulih.










