APM Pertanyakan Transparansi Bunga Kredit dan Pengelolaan Dana Pemkot di Bank Sumsel Babel

banner 468x60

Prabumulih | informasinews.id — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) berencana mendatangi kantor Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih dalam waktu dekat. Langkah ini diambil setelah surat resmi permohonan audiensi yang dilayangkan beberapa minggu lalu belum mendapat tanggapan dari pihak bank.


Ketua DPD Aliansi Prabumulih Menggugat, Abi Rahmad Rizky, didampingi Ketua Umum APM Adi Susanto, SE, bersama jajaran pengurus lainnya menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi konfrontatif, melainkan mendorong transparansi serta keterbukaan informasi kepada publik.

banner 336x280


“Kami sudah menyurati pihak bank secara resmi untuk meminta audiensi dan klarifikasi. Namun hingga hari ini belum ada respons ataupun konfirmasi. Karena itu, kami berencana mendatangi langsung kantor cabang sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengawal aspirasi masyarakat,” ujar Abi, Senin (17/2/2026).


Soroti Suku Bunga Kredit ASN
APM mengaku menerima sejumlah keluhan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih terkait kebijakan suku bunga kredit serta sistem pemotongan gaji otomatis yang dinilai memberatkan.

BACA JUGA :  Desa Simpang Sender Selatan Belum Capai Target Pekerjaan Fisik, Kecamatan Berikan Tenggat Waktu Hingga 22 Februari 2025


Menurut Abi, sebagai bank milik daerah, Bank Sumsel Babel seharusnya mengedepankan prinsip keberpihakan kepada masyarakat, khususnya ASN yang merupakan salah satu kelompok nasabah terbesar.


“Kami ingin duduk bersama dan mendapatkan penjelasan secara terbuka. Jika memang ada dasar kebijakan tertentu terkait suku bunga kredit, silakan disampaikan secara transparan. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” tegasnya.


Pertanyakan Aliran Dana Bunga dan Pengelolaan Dana Daerah
Selain besaran suku bunga, APM juga mempertanyakan aliran dana yang bersumber dari bunga kredit tersebut, terutama yang berkaitan dengan transaksi dan penempatan dana pemerintah kota di bank daerah.


“Kami juga mempertanyakan aliran dana dari suku bunga serta pengelolaan uang pemerintah kota. Apakah masuk ke APBD atau ke pos tertentu? Ini perlu kejelasan. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” tambah Abi.

BACA JUGA :  Hj Ratna Machmud Lantik 13 Kades Atas Perpanjangan Jabatan


APM menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang sah dalam sistem demokrasi. Mereka berharap pihak bank segera membuka ruang dialog sebelum rencana kedatangan dilakukan.


“Kami berharap sebelum kami turun langsung, pihak bank dapat memberikan tanggapan resmi dan membuka ruang audiensi. Tujuan kami jelas, agar tidak ada kebijakan yang merugikan masyarakat serta memastikan pengelolaan dana publik berjalan transparan dan akuntabel,” pungkasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait surat permohonan audiensi maupun rencana kedatangan APM tersebut.(Edi)

banner 336x280