Kepsek SMPN 19 OKU Kembali Terseret Dugaan Pungli PPDB dan Pemotongan Dana PIP

banner 468x60

Foto : Kepala Sekolah SMP Negri 19 OKU saat Berda di rungankerjanya

Baturaja | informasinews.id – Lagi-lagi Kepala Sekolah SMP negeri 19 OKU berulah, setelah sebelumnya Kepsek tersebut tersandung maslah meminta sejumlah uang kepada guru P3K paruh waktu, serta issu sara yang membuat puluhan warga Ranau mendatangi Dinas Pendidikan. Kali ini Kepala Sekolah yang bernama Dora kembali diterpa masalah pungli terhadap dana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan dalih pembeilan perlengkapan sekolah untuk siswa kelas VII serta pemotonan PIP siswa Rp 25 ribu per orang.

Orang tua siswa yang ingin anaknya bersekolah di SMP 19 OKU tersebut harus mengeluarkan uang Rp 700 ribu dengan alas an pembelian baju olahraga Rp 180 ribu, seragam batik Rp 150 ribu, rompi Rp 100 ribu, sampul raport Rp 100 ribu serta atribut dan foto raport Rp 170 ribu.

Bahkan ada dokumen yang menunjukan bahwa uang PPDB seluruhnya di transfer kerekening Kepsek Dora. Didalam dokumen foto tersebut mejelaskan uang PPDB terkumpul selama 3 hari selama tanggal 23 hingga 25 Juni 2025 sebesar Rp 33,900,000 ribu. Kemudian atas perintah Dora uang tersebut di teranfer ke rekening pribadinya pada kurun waktu 25 hingga 26 Juni 2025.

Seharusnya tidak ada lagi alasan kepsek tersebut jika selruh peralatan masih dipesan, namun kenyataannya ada beberapa item yang hingga siswa bagi raport perlengkapan tersebut belom diberikan. Belum lagi issu yang beredar luas jika Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima oleh belasan siswa Rp 750 ribu, dipotong sebesar Rp 25 ribu oleh sekolah.

Nah, puncaknya orang tua siswa yang sudah kesal karena uang PPDB yang sudah diberikan belum ada realisasi hingga anak mereka bagi raport. Ada 2 item yang hingga anak selesai bagi raport tapi belum diberikan, yakni rompi sekolah dan sampul raport serta atribut yang katanya topi serta dasi sekolah mendatangi sekolahan Senin (12/1).

Didalam ruang Tata Usaha, seolah dirinya tahu bakal di datangi wali siswa, Kepala Sekolah akhirnya membagikan sampul raport dan rompi, namun hanya sebagian saja, masih ada siswa yang belum dibagikan. Didalam ruang TU tersebut, ada beberapa orang tua yang menanyakan terkait hal tersebut dengan nada tinggi karena tidak bias lagi menahan emosi.

“Kami kesini menanyakan terkait penerimaan sebesar Rp 700 ribu yang hingga saat ini belum diterima anak kami. Kami juga menanyakan kenapa uang PIP di potong Rp 25 ribu per orang apa alasannya,” kata Khairul Sani salah satu wali siswa saat diwawancarai Senin (12/1).

Khairul berharap agar kepala sekolah segera memberikan apa saja yang menjadi hak anak-anak, sehingga ada keseragaman anak di sekolah dan tidak ada aksi bully terhadap salah satu anak yang belum memiliki seragam tersebut,” kata Khairul.

Sementara itu Dora Kepala SMP 19 menepis jika uang Rp 700 yang katanya untuk PPDB, Dora mengatakan uang tersebut dibelikan untuk seluruh peralatan anak sekolah, saat ditanya salah satu point tentang pembelian atribut dan foto raport, dirinya beralasan tidak mengetahui harga tersebut Rp 170 ribu dirinya berdalih, tidak memegang data untuk permasalahan tersbut.

“kalau untuk foto itu uangnya Rp 40 ribu, nah kalo sampe 170 ribu saya sedang tidak pegang data apa yang membuatnya hingga 170 ribu, setau saya itu,”kata Dora

Saat ditanya perlengkapan dasi dan topi sudah diberikan langsung satu paket oleh Bupati dan wakil Bupati OKU, Dora berkelit tidak bisa menjelaskan karena tidak memegang data, padahal seluruh keuangan diambil penuh oleh Dora.

Kemudian saat ditanya bagaiman dengan pemotongan PIP anak sebesar Rp 50 ribu, Dora tidak menampik dan membenakan jika ada pemotongan uang tersebut, namun katanya yang bersangkutan sudah pindah tugas ke sekolah lain.

“iya memang pernah ada pemotongan, namun orangnya sudah pindah tugas, untuk saat ini saya sendang mencari siapa lagi yang memotong Rp 50 ribu PIP anak, karena saya sudah membentuk tim kerja terkait maslah PIP ini,” kata Dora

Lebih lanjut untuk seragam dan atribut yang belum diberikan kepada siswa, kata Dora ada sebagian siswa yang mendapatkan seragam yang tidak muat, dan harus kembali di jahit,” kata Dora(Tim)

banner 336x280

banner 336x280
BACA JUGA :  Pengabdian Masyarakat Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, Optimalisasi Strategi Komunikasi Dalam Promosi Edukasi Hidropinik di Xfarm House