Miris, PAUD KB Mandiri di OKU Selatan Tak Layak Pakai: Belajar di Bangunan Kayu Hampir Roboh

banner 468x60

Foto : suasana bangunan PAUD

OKU Selatan | informasinews. Id – Di tengah gencarnya upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, realita miris justru terjadi di Desa Simpang Sender Utara, Manduriang, Kecamatan Buay Pemaca Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. PAUD KB Mandiri yang berada di desa tersebut saat ini beroperasi di bangunan kayu yang nyaris roboh dan jauh dari standar kelayakan.

Pantauan tim media pada Rabu (15/10/2025) menunjukkan kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan. Dinding kayu lapuk, lantai tidak rata, serta tidak adanya fasilitas MCK menjadi pemandangan sehari-hari di tempat anak-anak usia dini ini menimba ilmu.

Para wali murid menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi ini. Mereka mengaku anak-anak sebelumnya belajar di gedung yang lebih layak, berada tepat di depan SDN setempat, namun secara tiba-tiba dipindahkan ke bangunan yang dinilai tidak aman dan tidak sehat.

“Kami sangat kecewa. Dulu tempat belajarnya bagus, tapi sekarang anak-anak harus belajar di bangunan kayu yang hampir ambruk. Untuk buang air saja tidak ada MCK, jadi anak-anak terpaksa ke sungai,” ungkap salah satu wali murid dengan nada sedih.

Ironisnya, di tengah keterbatasan fasilitas, wali murid tetap dibebani biaya pendidikan yang tidak sedikit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang tua siswa diminta membayar total biaya sekitar Rp1.850.000, yang meliputi biaya pendaftaran, SPP bulanan, serta seragam dan perlengkapan lainnya. Biaya tersebut disetorkan langsung kepada pengelola PAUD yang disebut bernama Ibu Misriah.

PAUD KB Mandiri saat ini memiliki 21 siswa dengan dua orang guru aktif. Namun, para orang tua mengeluhkan minimnya kehadiran pengelola PAUD. Mereka menyebut pengelola hanya datang dua minggu sekali, bahkan pernah hanya sebulan sekali.
Hal ini turut dibenarkan oleh salah satu guru, Herti Herlina, yang menyatakan bahwa pemindahan lokasi belajar dilakukan atas arahan pengelola.

“Benar, sebelumnya kami mengajar di depan SD, tapi sudah hampir dua bulan kami pindah ke sini atas petunjuk dari pengelola PAUD, Bu Misriah. Kami sebagai guru hanya mengikuti arahan. Tapi jujur, kami juga merasa tidak nyaman karena tempatnya kurang layak, bahkan untuk MCK saja tidak ada,” ujarnya.

Situasi ini menuai kekhawatiran dari warga dan wali murid. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, khususnya Dinas Pendidikan, segera turun tangan memperbaiki kondisi PAUD tersebut. Menurut mereka, anak-anak di desa terpencil pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak, aman, dan manusiawi.

“Kami hanya ingin anak-anak kami belajar dengan nyaman, aman, dan bersih. Jangan sampai pendidikan di desa kami terabaikan,” harap salah satu orang tua siswa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.(*)

banner 336x280
BACA JUGA :  Tasamura Online Skate & PERSEROSI Musi Rawas Borong 16 Medali di PORPROV XV Muba