Polemik SPMB Jalur Prestasi Berlanjut, LSM APM Minta Dinas Pendidikan Lakukan Evaluasi

banner 468x60

Prabumulih | informasinews.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi yang menggunakan metode pembobotan nilai dan peringkat kembali menuai polemik di tengah masyarakat. Setiap tahun, keluhan serupa muncul terkait sulitnya menembus sekolah favorit,
khususnya SMA dan SMK negeri di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Ketua LSM APM, Adi Susanto, didampingi Sekretaris Jenderal Rendi Barlendo, melakukan audiensi ke SMAN 3 Prabumulih.

banner 336x280

Kedatangan rombongan APM disambut langsung oleh Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, bersama Wakil Kepala Sekolah Alen Aliska. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menerima berbagai masukan terkait pelaksanaan SPMB dengan terbuka.
Sebagai bentuk transparansi kepada publik, SMAN 3 Prabumulih juga membuka data penerimaan siswa baru kepada pihak APM. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam menjawab keraguan masyarakat terhadap proses seleksi.

BACA JUGA :  Mutasi Pejabat OKU, Bupati Teddy: Enam Bulan Dievaluasi, Jika Tak Mampu Akan Diganti

Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mekanisme dan persentase kuota pada setiap jalur penerimaan dibandingkan sekolah negeri lainnya. Hal ini disebabkan status SMAN 3 sebagai sekolah berasrama yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada SPMB tahun ini terdapat empat siswa dari luar kota yang diterima melalui jalur prestasi, dengan komitmen untuk tinggal di asrama yang telah disediakan pihak sekolah.

“Untuk jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi siswa penerima KIP/PKH dan dinyatakan lulus, sekolah berkomitmen untuk membantu meringankan beban orang tua. Salah satunya melalui program bantuan seragam dari alumni,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LSM APM, Adi Susanto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses SPMB agar berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi asas transparansi.

“Kami hadir untuk memastikan proses SPMB berjalan sesuai juknis dan jukdis. Salah satu poin penting adalah keterbukaan data, dan hari ini kami melihat langsung bahwa pihak sekolah telah membuka data tersebut,” tegas Adi.
Ia juga menyoroti sistem pembobotan pada jalur prestasi yang dinilai masih menjadi persoalan di tengah masyarakat.
“Setiap tahun polemiknya sama.

BACA JUGA :  Polda Sumatera Selatan Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkotika dan Obat Keras Etomidate

Masyarakat merasa kesulitan masuk ke sekolah unggulan karena sistem pembobotan nilai dan peringkat. Ini akan menjadi bahan kami untuk disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi agar ada evaluasi ke depan,” tambahnya.
Audiensi berlangsung kondusif dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas serta transparansi dalam proses penerimaan peserta didik baru, khususnya di Kota Prabumulih.

banner 336x280