Siring Irigasi dan Pipa Air Bersih Jebol, Ribuan Warga Dempo Utara Terancam Krisis Air

banner 468x60

Siring Irigasi dan Pipa Air Bersih Jebol

Pagar Alam | informasinews.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Dempo Utara menyebabkan siring (tanggul irigasi) dan pipa air bersih di Dusun Bumi Agung jebol pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini berdampak serius terhadap distribusi air irigasi dan air bersih bagi masyarakat setempat.

Akibat kejadian tersebut, aliran irigasi dan pasokan air bersih terhenti total. Kondisi ini berpotensi mengganggu pengairan ratusan hektare lahan persawahan di tiga kampung, yakni Talang Tinggi, Talang Baru, dan Talang Bodong, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara.

Zepni Amir, warga setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Pagaralam, mengatakan bahwa sumber air tersebut merupakan satu-satunya penopang kebutuhan masyarakat.

“Lebih dari 50 persen warga Kelurahan Bumi Agung bergantung pada pipa air bersih ini, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pengairan pertanian,” ujarnya kepada media.

Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi tidak dapat lagi diperbaiki secara gotong royong oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kondisi tanggul yang terus melebar akibat tergerus arus air, sehingga berisiko terjadi longsor susulan.
“Siring Ayik ini sudah ambruk dan jebol cukup parah. Bahkan, sisi kiri dan kanan terus melebar. Ini tidak bisa lagi ditangani secara manual,” jelasnya.

Zepni juga mengungkapkan bahwa infrastruktur tersebut menjadi sumber utama air bagi sejumlah area pertanian dan permukiman di wilayah tersebut. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan.

“Kami berharap pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar ribuan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pagaralam, John Hasman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Kerusakan siring mencapai lebih dari 10 meter akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir,” ungkapnya.

BPBD bersama unsur lintas sektor, mulai dari RT, RW, kelurahan hingga kecamatan, saat ini tengah berkoordinasi untuk mengajukan penanganan cepat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami meminta tim PUPR segera melakukan kaji cepat di lokasi dan menyiapkan rencana penanganan guna mencegah risiko longsor lanjutan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya petani yang bergantung pada aliran siring tersebut, untuk bersiap menghadapi gangguan distribusi air selama proses perbaikan berlangsung.

“Kerusakan yang terjadi cukup luas dan tidak memungkinkan diperbaiki secara manual. Diperlukan alat berat untuk penanganan darurat,” pungkasnya. (Heri K)

banner 336x280

banner 336x280
BACA JUGA :  Festival Olahraga Pekan Raya Musi Rawas Mantab 2025 Resmi Ditutup