Sungai Andalan Warga Tercemar, DPRD OKU Desak Evaluasi Amdal PT AOC

banner 468x60

Foto : istimewa

Baturaja | informasinews.id – Sungai Wal yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendadak berubah keruh.

banner 336x280

Warga dari tujuh desa kini menuding aktivitas tambang batubara milik PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) sebagai biang pencemaran.

Ketujuh desa terdampak antara lain Desa Merbau, Sumber Bahagia, Gunung Meraksa, Bandar Agung, Tanjung Manggus, Lunggaian, dan Air Wall. Masyarakat yang resah lantas mendatangi langsung lokasi tambang di Desa Gunung Kuripan pada Rabu (9/7/25) untuk meminta kejelasan.

“Air sungai mulai keruh sejak lima bulan terakhir, tapi dua bulan belakangan makin parah,” ungkap Devi Arista, warga Desa Bandar Agung.

Ia menyebut Sungai Wal sebagai sumber utama aktivitas harian warga seperti mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

BACA JUGA :  Dua Kebakaran Dalam Satu Malam di Prabumulih, Makam Keramat dan Sekolah Jadi Sorotan

“Saya sudah 40 tahun tinggal di sini, belum pernah melihat sungai sekotor ini. Pemerintah harus turun tangan!” tegas Devi, yang juga mewakili suara keresahan banyak warga.

Persoalan ini pun sampai ke meja legislatif. Anggota Komisi II DPRD OKU, Robi Vitergo, menilai pencemaran yang terjadi tidak bisa dibiarkan dan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU segera melakukan evaluasi terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) milik PT AOC.

“Kami mendesak DLH melakukan kajian ulang terhadap Amdal PT AOC. Jika terbukti ada pelanggaran, aktivitas tambang ini harus ditindak. Komisi II akan segera meninjau langsung ke lapangan,” tegas Robi.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan. Sementara itu, kondisi Sungai Wal terus memicu protes warga yang mendambakan air bersih kembali mengalir di wilayah mereka. (Ril)

banner 336x280