Tragedi Pembangunan Saluran Air di Desa Air Paoh: Tiga Pekerja Tertimpa Beton, Satu Tewas

banner 468x60

Foto : suasana evakuasi korban

Baturaja Timur | informasinews.id – Sebuah insiden tragis yang terjadi di Desa Air Paoh , Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Jumat (24/1/2025). Beton coran yang merupakan bagian dari proyek pembangunan saluran air mendadak ambruk saat proses pengerjaan, menimpa tiga pekerja. Akibat kejadian tersebut, satu pekerja meninggal dunia di tempat, sementara dua lainnya mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis.

banner 336x280

Insiden tersebut terjadi di sekitar Jalan Garuda Lintas Sumatera Lorong Serasa, Desa Air Paoh, dekat Pondok Pesantren Asifa. Menurut saksi mata, kualitas bahan yang digunakan dalam proyek ini patut dipertanyakan. “Dari jauh sudah terlihat bahwa bahan penahan beton itu bekas dan tampak rapuh,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mempertanyakan kelengkapan informasi di lokasi proyek. Tidak adanya papan nama proyek di area pembangunan membuat masyarakat bingung mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini.

BACA JUGA :  Bupati Hj. Ratna Machmud Lantik 8 Pejabat Eselon II Musi Rawas

Proses evakuasi korban berlangsung penuh kesulitan, memakan waktu beberapa jam. Puluhan petugas gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan warga setempat bekerja keras mengeluarkan puing-puing beton untuk menyelamatkan para korban. “Kami menggunakan alat berat untuk memindahkan beton, tapi karena keterbatasan peralatan, prosesnya menjadi sangat lambat,” ungkap seorang petugas BPBD di lokasi.

Setelah evakuasi yang cukup memakan waktu, ketiga korban akhirnya berhasil dikeluarkan. Namun, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka serius. Korban yang selamat segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kejadian ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai standar keselamatan dalam proyek pembangunan tersebut. Seorang pekerja yang berhasil diwawancarai mengungkapkan bahwa penggunaan bahan bekas untuk mal penahan beton memang sering dilakukan demi menghemat biaya. “Kami sebenarnya khawatir, tapi kami harus tetap bekerja,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Harga Minyak Goreng di OKU Jauh Dari HET , Pemkab Lakukan Inspeksi dan Beri Ultimatum

Ketidakhadiran papan nama proyek di lokasi semakin menambah misteri mengenai pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini. Salah seorang warga, Ridwan, mengungkapkan, “Kami tidak tahu siapa yang mengerjakan proyek ini. Yang jelas, proyek ini sudah berjalan beberapa minggu.”

Pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun kontraktor proyek, belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini hingga berita ini diterbitkan. Warga berharap ada penyelidikan yang mendalam untuk mengungkap penyebab insiden tragis ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pengamat konstruksi, Ir. Haryono, menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dalam setiap proyek pembangunan. “Penggunaan bahan bekas untuk mal penahan beton sangat berisiko. Keamanan pekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proyek pembangunan, mengingat proyek tanpa papan nama sering kali menandakan adanya potensi penyimpangan.

BACA JUGA :  Cegah Terjadinya Pelarian Tahanan, Sat intelkam Polres OKU Kunjungi Rutan kelas IIB Baturaja

Tragedi ini telah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Warga berharap pihak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban dan memastikan pelaku yang bertanggung jawab atas insiden ini mendapat sanksi yang setimpal. Seorang tokoh masyarakat Desa Tanjung Baru menegaskan, “Keselamatan pekerja harus menjadi perhatian utama. Kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.”

Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab runtuhnya beton dan memastikan keadilan bagi korban serta masyarakat sekitar. (Tim)

banner 336x280